PUMP KKP

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Kelautan dan Perikanan

Lombok Timur Penyumbang Terbesar Produksi Budidaya Lombok

Suatu daerah biasanya memiliki hanya satu potensi budidaya berdasarkan jenis budidayanya. Potensi budidaya itu dapat berupa budidaya air tawar, budidaya air payau atau budidaya laut. Tidak banyak provinsi yang memiliki ketiga potensi budidaya tersebut. Walaupun tidak banyak tetapi terdapat daerah yang memiliki ketiga potensi perikanan budidaya tersebut. Salah satunya adalah kabupaten Lombok Timur.

Lombok Timur secara geografis terletak antara 116° – 117° Bujur Timur dan antara 8° – 9° Lintang Selatan. Lombok Timur memiliki luas wilayah laut mencapai 1.0743,33 km2 (40,09 persen) dan luas wilayah daratan seluas 1.605,55 km2 (59,91 persen) sehingga total wilayahnya seluas 2.679,88 km2. Lombok timur memiliki panjang pantai sebesar 220 km yang terbentang dari selatan ke utara.

Dalam laman Lombok Timur tertera bahwa Lombok timur memiliki 22 Desa/Kelurahan terangkum dalam 6 kecamatan yang memiliki potensi kelautan dan perikanan terutama budidaya laut dan budidaya tambak. Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu :

  1. Kecamatan Jerowaru dengan 4 Desa/Kelurahan Pantai.
  2. Kecamatan Keruak dengan 2 Desa/Kelurahan Pantai.
  3. Kecamatan Sakra Timur dengan 2 Desa/Kelurahan Pantai.
  4. Kecamatan Labuhan Haji dengan 5 Desa/Kelurahan Pantai.
  5. Kecamatan Pringgabaya dengan 5 Desa/Kelurahan Pantai.
  6. Kececamatan Sambelia dengan 4 Desa/Kelurahan Pantai.

Melihat posisi geografisnya Lombok Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan perikanan budidaya laut dan tambaknya. Potensi pengembangan perikanan budidayanya terdiri budidaya laut yakni mutiara, ikan kerapu, udang lobster, rumput laut, teripang dan kekerangan dan budidaya tambak terdiri dari budidaya ikan bandeng dan budidaya udang.

Dalam laman resminya potensi budidaya laut Lombok timur, Potensi budidaya mutiara 3.433,65 ha; ikan kerapu 509,40 ha; udang lobster 525,68 ha; rumput laut 2.000,00 ha; teripang 194,00 ha; dan kekerangan 179,50 ha.

Lobster laut atau biasanya disebut udang barong termasuk komoditi yang bernilai tinggi. Potensi untuk pengembangan budidaya lobster di Kabupaten ini sangat besar yakni sebesar 525,68 ha. Dengan nilai dan permintaan yang tinggi peluang investasi untuk budidaya lobster sangat terbuka. Apalagi tingkat pemanfaatan lahan potensial untuk budidaya lobster masih sangat kecil. Total lahan yang telah dimanfaatkan untuk budidaya lobster baru sekitar 3,5 ha saja atau sebesar 2,35 persen dari total lahan yang dapat dimanfaatkan.

Mutiara termasuk salah satu unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat dan mutiara termasuk komoditi yang bernilai eksklusif dan berharga mahal. Nusa Tenggara Barat telah dikenal sebagai sentranya budidaya mutiara. Mutiara yang terdapat di daerah ini memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan yang ada di daerah lainnya. Oleh karena kekhasannya tersebut mutiara dari daerah ini sangat diminati oleh pembeli baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Lombok Timur adalah salah daerah yang memiliki potensi pengembangan budidaya mutiara. Potensi budidaya mutiara di Lombok Timur mencapai 3.433,65 ha dan telah dimanfaatkan seluas 1.805,5 ha.

Kerapu termasuk komoditas laut yang juga diunggulkan di Lombok Timur walaupun produksi masih sedikit bila dibandingkan dengan komoditas lainnya. Budidaya kerapu menggunakan metode karamba jarring apung. Potensi pengembangan budidaya ikan kerapu sebesar 509,4 ha dan telah dimanfaatkan oleh para pembudidaya sebesar 1,28 persen dari total lahan yang potensial tersebut.

Budidaya kerapu di Lombok sangat menjanjikan. Hal ini tergambar dari potensi yang dimiliki kabupaten ini yang sangat luas namun baru dimanfaatkan tidak lebih dari 2 persen. Selain itu, harga komoditi kerapu yang sangat mahal membuat kerapu memiliki prospek yang sangat cerah ditambah lagi permintaan akan ekspor ikan kerapu setiap tahunnya cenderung meningkat. Harga ikan kerapu ditingkat pembudidaya berada di kisaran 350.000. potensi pengembangan ikan kerapu dapat dilakukan di Lombok Timur. Selain perairannya yang masih terjaga kualitasnya juga sumber benih akan ikan kerapu mudah didapatkan di Lombok. Balai Budidaya Laut Lombok adalah salah satu penyedia benih kerapu.

Ikan kakap pada dasarnya dapat dikembangkan di perairan Lombok Timur. Potensi pengembangan budidaya ikan kakap mencapai 125 ton namun sampai dengan saat ini belum dimanfaatkan dan dikembangkan sama sekali. Kakap dapat dikembangkan dengan metode budidaya menggunakan karamba jarring apung. Para pembudidaya lebih tertarik membudidayakan ikan kerapu dibandingkan dengan ikan kakap dikarenakan nilai jual kerapu yang sangat tinggi dan kemudahan dalam memelihara, pakan dan benih yang tersedia dalam jumlah yang cukup.

Rumput laut termasuk salah satu komoditi unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan potensi yang dimiliki provinsi ini, tidak salah bila provinsi ini menetapkan rumput laut sebagai salah komoditi yang akan digenjot produksinya dari tahun ke tahun. Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan target produksi rumput laut pada tahun 2014 sebesar 1 juta ton. Hampir semua kabupaten di provinsi ini memproduksi rumput laut kecuali Kota Mataram. Lombok Timur termasuk sentranya budidaya rumput laut. Pada tahun lalu produksi rumput laut kabupaten ini sebesar 93.069 ton. Dengan tonasenya sebesar tersebut menempatkan Lombok Timur sebagai sentranya budidaya rumput laut terutama jenis E. cottonii. Total luas lahan potensi kabupaten ini yakni sebesar 2.433 ha. Dari total luas tersebut baru dimanfaatkan seluas 732,58 ha.

Dengan potensi pengembangan budidaya rumput yang besar tersebut maka tidak salah jika Lombok Timur ditetapkan sebagai salah satu kawasan minapolitan khusus Rumput laut. Potensi pengembangan budidaya terletak di dua kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan rumput laut yakni di teluk Ekas dan Serewe. Budidaya rumput di kedua daerah ini dikembang dengan metode longline dan metode rakit. Para pembudidaya di teluk Ekas dan Serewe lebih banyak menggunakan metode rakit dibandingkan longline dan patok dasar.

Teripang juga termasuk komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Perairan Lombok Timur sangat cocok untuk budidaya Teripang yang memiliki banyak manfaat ini. Potensi pengembangan budidaya Teripang sebesar 194 ha. Namun sampai dengan saat ini belum terdapat hasil produksi. Dari total potensi budidaya tersebut belum ada yang dimanfaatkan untuk budidaya teripang. Begitu pula dengan budidaya kekerangan sampai dengan saat ini belum dimanfaatkan. Kekerangan memiliki potensi sebesar 179,5 ha. Budidaya kekerangan di kabupaten ini belum digarap kecuali budidaya tiram mutiara.

Produksi budidaya laut pada tahun 2011 ini diyakini akan meningkat terutama untuk budidaya rumput laut dan kerapu. Angka sementara produksi rumput laut Lombok Timur sampai dengan bulan Juni tercatat mencapai 46.562 ton dan ikan kerapu sebesar 30 ton. Sedangkan pada tahun sebelumnya total produksi kedua komoditas tersebut masing-masing sebesar 93.069 ton dan 9 ton.

Dengan panjang pantainya sebesar 220 km, Lombok Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya tambak. Potensi budidaya tambak Lombok Timur seluas 3.500,00 ha. Sedangkan pemanfaatannya baru mencapai 269,50 ha yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan melakukan system budidaya tambak secara intensif. Pada saat ini, komoditas yang telah dibudidayakan antara lain budidaya udang vaname, udang windu dan ikan bandeng.

Udang vaname termasuk komoditas yang diunggulkan di Kabupaten Lombok Timur. Selain udang vaname, udang windu termasuk yang dikembangkan terutama oleh para Rumah Tangga Perikanan Budidaya. Prospek pengembangan kedua jenis udang ini sangat bagus. Pada tahun yang lalu total produksi udang sebesar 1.900 ton sedangkan pada tahun ini produksi udang sementara sampai dengan triwulan kedua mencapai 1.025,8 ton dengan rincian udang vaname sebesar 865 ton dan udang windu sebesar 197,8 ton. Bila melihat kondisi ini tampaknya produksi udang akan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bandeng yang sangat identik sebagai komoditi tambak pada tahun 2010 produksinya baru sebesar 2,2 ton dan pada tahun 2011 ini produksi ikan bandeng sampai dengan triwulan kedua mencapai 6,7 ton. Melihat data ini pun tergambar bahwa ada peningkatan produksi pada tahun ini untuk komoditas bandeng.

Selain memiliki potensi budidaya laut dan tambak, Lombok Timur juga punya potensi budidaya air tawarnya. Hal ini tergambar dari besarnya produksi ikan air tawar dari daerah ini. Pada tahun 2010 produksi ikan air tawarnya terutama ikan mas dan nila merupakan yang terbesar di Nusa Tenggara Barat yang dibudidayakan dengan metode kolam, karamba dan minapadi. Produksi ikan mas Lombok timur sebesar 344,6 ton dan ikan nilanya sebesar 881,9 ton. Pada tahun 2011 ini produksi sampai dengan triwulan kedua produksi ikan mas di kolam mencapai 230 ton dan ikan nila sebesar 230 ton. Produksi ikan mas di karamba sebesar 1,7 ton dan ikan nilanya sebesar 15,8 ton. Sedangkan pada budidaya minapadi produksi ikan mas dan ikan nila masing-masing sebesar 2,5 ton dan 2,2 ton.

Potensi budidaya ikan air tawar Lombok Timur mencapai 4.918,20 ha dengan jenis kegiatan budidaya ikan air tawar yang dapat dilakukan adalah budidaya ikan di kolam, minapadi dan karamba. Pemanfaatan potensi budidaya ikan air tawar yaitu 805,57 ha untuk kolam; 366,25 ha untuk minapadi dan 0,08 ha untuk karamba dengan komoditi ikan yang sudah dikembangkan meliputi ikan mas, nila, gurame, lele, bawal, patin, tawes. Potensi terbesar terdapat di kecamatan Aikmel,Pringgasela,Masbagik,Selong dan lainnya.

Melihat potensi yang begitu besar, tidak salah bila menyebut Lombok Timur merupakan salah satu sentra budidaya di Nusa Tenggara Barat terutama di Pulau Lombok. Lombok timur merupakan penghasil nomor satu di Pulau Lombok untuk budidaya laut dengan komoditas rumput laut dan kerapu, budidaya tambak dengan komoditas udang vaname, windu dan bandeng serta budidaya air tawar dengan komoditas unggulannya ikan mas dan nila. Dari semua komoditas tersebut kecuali bandeng merupakan penyumbang produksi terbesar untuk Nusa Tenggara Barat khusus Pulau Lombok.

Penulis: PUMP (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan)

Informasi seputar Program PUMP-PB KKP

Komentar ditutup.