PUMP KKP

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Kelautan dan Perikanan

Indonesia Ajak Dunia Berantas IUU Fishing

Pencurian ikan merupakan kejahatan yang terkait erat dengan berbagai kejahatan terorganisir antar negara lainnya, seperti penyelundupan narkoba, penyelundupan dan perdagangan manusia, kejahatan ekonomi, serta pelanggaran batas negara sehingga perlu diperangi serta mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dunia. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo saat membuka forum bertajuk Expert Consulatation on Effective Surveillance and Law Enforcement to Combat Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, di Jakarta hari ini (5/12). Sharif menyatakan, selama ini IUU Fishing tidak menjadi perhatian banyak pihak di dunia. “Lemahnya informasi, koordinasi dan keterpaduan dengan berbagai pihak membuat kejahatan IUU fishing seolah-olah hanya merupakan kejahatan biasa, Padahal praktek-praktek IUU, sudah terbuktimelibatkan banyak pihak serta modal yang sangat besar”, ujarnya.Lebih lanjut Sharif menyebut bahwa mata rantai pelaku IUU Fishing dan pemasaran hasil curian yang terorganisir dengan rapi merupakan ciri kejahatan yang terorganisir. Melalui forum seperti ini, menunjukan bahwa Indonesia menanggapi secara serius kejahatan IUU Fishing dengan melakukan berbagai inisiatif untuk membahas kaitan industri perikanan khususnya IUU Fishing dengan Trans National Organized Crime.”Untuk itu sangat relavan agar IUU Fishing dimasukan sebagai bagian dari penanganan Trans National Organized Crime”, kata Sharif.

Bagi Indonesia, selain mengancam ketahanan pangan dalam negeri, praktek IUU fishing memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan serta  berpotensi mengancam pencapaian visi pembangunan kelautan dan perikanan. Upaya dalam memberantas dan memerangi IUU Fishing merupakan inisiatif  Indonesia  dalam pentingnya menjaga keberlanjutan penyediaan ikan sebagai upaya menciptakan ketahanan pangan tidak hanya bagi Indonesia, namun juga untuk masyarakat ASEAN, serta untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Seperti diketahui, sumber bahan pangan dunia dihasilkan hanya dari 3 (tiga) sumber, yaitu
pertanian, peternakan, dan perikanan, yang sangat signifikan perannya dalam mendukung sistem ketahanan pangan dunia. Laju pertumbuhan penduduk dunia
yang pesat yang saat ini mencapai 7 milyar jiwa, secara langsung meningkatkan kebutuhan masyarakat dunia akan pangan, termasuk kebutuhan akan protein bersumber dari ikan dan produk perikanan. Sumber : http://www.kkp.go.id.

Penulis: PUMP (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan)

Informasi seputar Program PUMP-PB KKP

Komentar ditutup.