PUMP KKP

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Kelautan dan Perikanan

TELUK TOMINI DIRANCANG BERBASIS ECOGREEN

Gubernur Sulawesi Tengah., Drs. H. Longki Djanggola, M.Si; selasa malam (6/12) membuka secara resmi Workshop “Menggagas Sail Tomini 2013”. Workshop yang digelar di Swiss-Bel Convention Center; diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat; Kementerian Negara; BAPPENAS; Kementerian Negara Lingkungan Hidup; Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal; Kementerian Dalam Negeri; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Pekerjaan Umum; Kementerian Perhubungan; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral; Gubernur beserta Kepala BAPPEDA dari Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara; DRPD Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara; SKPD terkait Lingkup Pemprov Sulawesi Tengah; DPRD, Bupati/Walikota beserta Kepala BAPPEDA dari 15 Kab/Kota yang terletak di Pesisir Teluk Tomini; Akademisi, praktisi, LSM, masyarakat dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah “pengelolaan Kawasan teluk Tomini Berbasis “Ecogreen” untuk Kesejahteraan Rakyat. Ketua Panitia Workshop “Menggagas SAIL TOMINI 2013”; DR. Ir. Hasanuddin Atjo, MP dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti beberapa pertemuan di antaranya: (1) Kesepakatan Bersama antar Gubernur tentang Pengelolaan Teluk Tomini Secara Terpadu dan Berkelanjutan tanggal 13 Mei 2009 di Manado; (2) “Workshop Membangun Model Pengelolaan Berdasarkan Kawasan Ekoregional dan Multifungsi di Teluk Tomini Provinsi Sulawesi Tengah”, tanggal 14 – 15 Agustus 2009 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah; (3) Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Teluk Tomini yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Bangda Kemendagri pada tanggal 30 Mei – 1 Juni 2011 di Manado. Kemudian dikatannya; kegiatan ini bertujuan untuk mempertajam rencana kegiatan yang telah disusun oleh POKJA di 3 provinsi serta melakukan sinergitas program – kegiatan di  15 kab/kota, sekaligus menggali aspirasi dari para pemangku kepentingan terkait kemungkinan pelaksanaan “SAIL TOMINI 2013”.

Gubenur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola dalam sambutannya mengatakan makna dari “sail” adalah membangkitkan semangat bahari sebagai negara maritim sekaligus perekat dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam untuk kesejahteraan rakyat. “Terpenting adalah bagaimana menyusun dan melaksanakan program-program terintegrasi  antar  sektor maupun antar wilayah pasca penyelenggaraan sebuah “sail” ungkap Longki. “Sail Tomini”  adalah sebagai pintu masuk  atau entry point untuk mengembangkan  Teluk Tomini sebagai salah satu kawasan andalan ekonomi nasional. “Program pasca “sail” adalah pengembangan infrastruktur dasar, khususnya transportasi  darat, laut dan udara serta telekomunikasi yang dirancang secara terstruktur dan terintegrasi agar dapat meningkatkan daya saing” jelas Longki.
Kegiatan yang digelar selama 3 hari membahas rencana aksi dari 3 provinsi dan 15 kab./kota mengenai pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan yang disinergikan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). DR. Elim Somba, M.Sc, sebelum menutup acara ini melakukan “wrapping up” dan memberikan penguatan terhadap para peserta. Dikatakannya, semangat kebersamaan di antara 3 provinsi dan kabupaten/kota di pesisir Teluk Tomini merupakan pendorong bagi kemajuan kawasan ini. “Infrastruktur dan moda transportasi harus dikembangkan oleh daerah, terintegrasi dengan pusat” papar Elim. Lebih jauh dikatakan, pihaknya meminta kepada para peserta untuk dapat menyusun rencana aksi pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan yang nanti diintegrasikan dengan kegiatan “sail”. (SE)

Penulis: PUMP (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan)

Informasi seputar Program PUMP-PB KKP

Komentar ditutup.